Wisata Kuliner Yogya Jogja Yang Menggoyang Lidah

Wisata Kuliner Yogya Jogja Yang Menggoyang Lidah

Berkunjung ke sebuah tempat wisata, belum lengkap rasanya jika tanpa menikmati kulinernya. Termasuk juga saat kita berkunjung di Yogyakarta.  Yogyakarta selain terkenal sebagai kota pelajar, juga terkenal dengan wisata budayanya. Dimana Yogya banyak sekali menyimpan cagar budaya adat Jawa yang masih kental. Bagi yang mempunyai rencana berkunjung ke Yogya, simak beberapa alternatif wisata kuliner yang bisa kita kunjungi di Yogya berikut ini. Selain terkenal dengan masakannya yang lezat, kita pun bisa menggunakan fasilitas kartu kredit mandiri sebagai alternatif pembayarannya.

Gudeg Pawon

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Yogya terkenal dengan masakan khasnya yaitu gudeg. Gudeg adalah sejenis makanan yang terbuat dari nangka muda dengan rasa manis yang sangat menggugah selera. Gudeg banyak dijajakan diberbagai macam tempat makan. Baik di tempat makan sekelas warung tenda maupun di sebuah restoran mewah yang menyajikan kuliner setempat.

Salah satunya yaitu sebuah tempat makan yang terkenal yaitu “Gudeg Pawon”. Gudeg Pawon ini telah berdiri semenjak tahun 1958. Menyajikan beberapa menu khas Yogya dengan menu andalannya yaitu gudeg nangka muda. Apa yang menjadi kelebihan Gudeg Pawon dengan gudeg lainnya?. Yang membedakan adalah, sesuai namanya, Gudeg Pawon dimasak dengan menggunakan tungku di pawon (red : dapur) nya. Rasa masakan yang dimasak ditungku jauh lebih nikmat jika dibandingkan dengan dimasak di atas api kompor.

Bagi yang berminat, silahkan kunjungi rumah makan gudeg pawon yang terletak di Jalan Soepomo, Umbulharjo, Yogyakarta. Buka setiap hari mulai pukul 22.30 hingga habis.

Sate Klathak Pak Pong

Bagi kita penyuka kuliner sate, sate klathak pak pong adalah salah satu alternatif kuliner yang bisa dicoba. Karena, kita akan menjumpai cara penyajian sate yang berbeda daripada yang sering kita jumpai selama ini. Sate ini menggunakan bumbu yang sangat sederhana. Hanya sebatas kecap manis, merica, dan garam.

Selain itu, jika yang kita lihat selama ini sate ditusuk dengan menggunakan bambu yang diserut tipis, maka di sini kita akan melihat cara menusuk sate dengan bahan lain. Yaitu dengan jeruji besi. Selain ramah lingkungan karena jeruji besi bisa digunakan berkali-kali, tidak seperti tusuk sate yang hanya digunakan sekali pakai, penggunaan jeruji besi juga akan membantu membuat daging sate akan matang secara merata. Tidak seperti tusuk bambu yang hanya matang di luarnya saja.

Kita bisa datang langsung untuk menikmati sate klatahak pak pong ini di jalan Imogiri Bantul Yogyakarta.

House of Raminten

Jika mendengar pertama kali namanya, satu hal yang mungkin ada dibenak kita. Sebuah rumah makan modern yang menyajikan berbagai macam menu asing. Namun setelah kita berkunjung ke sana, maka kenyataan di lapangan justru adalah kebalikannya. House Of Raminten adalah sebuah tempat makan yang terletak di Jalan FM Noto 7, Kota Baru, Yogyakartamenyajikan menu khas Yogyakarta seperti nasi kucing, gudeg, wedang sereh, dan menu-menu lainnya yang dikemas dengan nuansa yang lebih elegant dan modern.

Arsitektur rumah makan ini didesign sedemikian rupa sehingga kita akan merasa seperti makan di sebuh istana Jawa dengan tatanan ruangan yang dibuat mewah. Kita akan dilayani oleh waitres yang semuanya menggunakan kemben. Tak hanya sebatas itu. Saat kita makan, akan disuguhi pula hiburan gratis berupa gending jawa secara live. Kitapun bisa menggunakan mandiri kartu kredit sebagai alat pembayarannya.

About author

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *