Pindah Aset Aplikasi oleh Kominfo, Ini Jawaban DPU BMCK

Pindah Aset Aplikasi oleh Kominfo, Ini Jawaban DPU BMCK

Bojonegoro – Pernyataan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro yang mengatakan sedang berupaya melakukan pindah asset aplikasi Simpen sebagai piranti vital Open Document Contract, ternyata hingga kini belum diketahui oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (dulu DPU-red).

“Sampai saat ini Simpen masih kita pakai, nggak tau lagi kalau ada modifikasi,” kata Andik Tjandra, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya.

Ia menegaskan, aplikasi Simpen adalah murni buatan DPU dan tetap akan digunakan sebagai kendali pekerjaan. “Itu memang buatan kami untuk persiapan Open Document Contract, mungkin bila dikoneksikan dengan aplikasi lain oleh Kominfo, saya tidak tahu lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinkominfo Bojonegoro menyatakan telah menganggarkan Rp 40juta untuk persiapan aplikasi pendukung program Open Document Contract. “Tapi bukan membuat aplikasi baru, hanya mengembangkan aplikasi yang sudah ada, yakni Simpen milik DPU,” jelas Alit Seksama Purnayoga, yang membidangi e Gov di Dinkominfo.

Meskipun pihak DPU-BMCK sendiri menegaskan bahwa pihaknya belum mengetahui teknis pindah asset yang disebutkan, namun pihak Dinkominfo menyatakan bahwa anggaran itu disiapkan untuk honor tenaga ahli. “Sudah masuk KAK,” tambahnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai tahapan pengembangan aplikasi Simpen, pihak Dinkominfo memilih tak menjawabnya. Termasuk apakah hal itu sudah dimulai apa belum. Dalam beberapa kesempatan, Kusnandaka Tjatur, selaku Kepala Dinas Kominfo selalu memilih bungkam saat ditanya mengenai perkembangan pemanfaatan TI di Bojonegoro.

Beredar kabar, saat ini Kusnandaka beberapa kali diperiksa kejaksaan terkait program-program TI. Namun saat ditanya kebenarannya, lagi-lagi dirinya tak memberikan jawaban. (eksposa/red)

Tagged with:

About author

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *