Warga Kaliasin Sayan, Ngginyer Omah

Warga Kaliasin Sayan, Ngginyer Omah

Bojonegoro – Setelah beberapa malam sebelumnya Patah keliling kampung dan mendatangi satu persatu tetangganya untuk mengabarkan rencana hajatnya, pagi tadi (14/07)  sekitar 30 pria telah berkumpul di rumahnya. “Hari ini rumah pak Patah akan digeser posisinya,” kata Priyo Winarno, Kepala Dusun Kaliasin, Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Bojonegoro.

Adat geser rumah di Kaliasin memang masih lestari, yang tentunya pemilihan waktunya juga menggunakan itung-itungan berdasar kalender jawa. “Hari ini saja ada 4 warga yang memindah posisi rumahnya, disini disebut Ngginyer Omah,” tambah pria bergelar Mas Ngabehi Winarno Priyodiprojo itu.

Untuk mengumpulkan warga lain yang bakal dilibatkan, si pemilik rumah harus bertamu ke warga lainnya. Itu dilakukan setelah papan rumah mereka dibongkar. “Kalau gotong royongnya disebut Sayan, mulai dari bongkar papan, mindah rumah dan masang lagi, semuanya dilakukan dengan sayan itu tadi,” tambahnya.

Ngginyer Omah itu sendiri dilakukan secara manual, setelah papan dan genting rumah dilepas, tiang-tiang rumah diikat menggunakan bambu atau kayu panjang. Bambu atau kayu panjang itulah yang kemudian digunakan pikulan massal oleh puluhan orang untuk mengangkat rumah. Ada juga satu dua orang yang bertugas memberi aba-aba. “Sebelum prosesi Ngginyer Omah, ada bancaannya. Jadi kalau ada 4 rumah ya berarti akan bancaan 4 kali, bisa lebih,” jelasnya.

Sebenarnya Ngginyer Omah itu sendiri dilakukan agar dapat menghargai tanah dimana rumah mereka berdiri. “Diginyer untuk menyesuaikan posisi jalan dan agar pemanfaatan pekarangannya lebih berkah,” pungkasnya. (red/esp)

Tagged with:

About author

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *